Jejak Pagi Nusantara

Mencatat Jejak Berita, Dari Nusantara ke Dunia

Ariel Minta Aturan Bayar Royalti Jangan Strict

3 min read

Ariel meminta aturan bayar royalti jangan terlalu strict. Ia menilai kebijakan fleksibel agar musisi tetap produktif dan industri.

Ariel NOAH kembali menarik perhatian publik setelah memberikan pandangannya soal kebijakan pembayaran royalti musik di Indonesia. Menurutnya, aturan yang terlalu strict atau kaku justru bisa menekan kreativitas musisi dan pelaku industri musik. Ia menilai, regulasi yang baik seharusnya memberikan perlindungan bagi pencipta lagu tanpa menghambat ekosistem kreatif yang sedang tumbuh.


Latar Belakang: Polemik Aturan Royalti Musik di Indonesia

Belakangan ini, isu tentang aturan bayar royalti menjadi perbincangan hangat di dunia musik Tanah Air. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah memperketat regulasi terkait pemungutan dan pembayaran royalti untuk melindungi hak cipta.

Namun, sebagian musisi berpendapat bahwa penerapan aturan tersebut masih belum ideal. Banyak pihak mengeluhkan sistem yang belum sepenuhnya transparan, serta adanya potensi beban tambahan bagi pelaku industri musik kecil seperti kafe, restoran, dan platform hiburan independen.

Ariel menilai bahwa penerapan aturan ini harus disesuaikan dengan kondisi industri yang masih berkembang, bukan diberlakukan secara kaku.


Ariel: “Jangan Bikin Musisi Takut Berkarya”

Dalam wawancaranya, Ariel NOAH menegaskan bahwa niat untuk menegakkan keadilan bagi pencipta lagu sangat penting, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan dan kebebasan berkarya.

“Kalau terlalu strict, bisa-bisa orang malah takut menggunakan lagu atau bahkan berhenti bikin karya,” ujar Ariel.

Ia berharap pemerintah bisa membuka ruang dialog lebih luas dengan musisi dan asosiasi terkait agar aturan tersebut tidak hanya berpihak pada satu sisi. Menurutnya, pendekatan kolaboratif akan membuat sistem royalti lebih adil dan berkelanjutan.


Pentingnya Sistem Royalti yang Transparan dan Fleksibel

Ariel juga menyoroti pentingnya sistem transparansi dan fleksibilitas dalam pengelolaan royalti. Ia menganggap bahwa musisi perlu mendapatkan kepastian atas hasil karyanya, namun mekanisme pemungutan harus efisien dan mudah dipahami semua pihak.

Dengan sistem yang terbuka, baik pencipta lagu maupun pengguna karya bisa sama-sama diuntungkan. Pendekatan yang terlalu kaku justru berisiko membuat banyak pihak enggan berpartisipasi dalam ekosistem musik resmi, yang pada akhirnya merugikan semua pihak.


Konteks Industri: Musisi dan Bisnis Hiburan Lokal Masih Tumbuh

Industri musik Indonesia saat ini masih dalam tahap pertumbuhan menuju ekosistem yang profesional. Banyak pelaku usaha kecil seperti kafe, tempat karaoke, hingga content creator online yang menggunakan musik dalam kegiatan mereka.

Jika aturan royalti diterapkan tanpa fleksibilitas, sektor-sektor ini bisa terdampak. Hal itu dikhawatirkan akan menurunkan minat untuk menggunakan musik berlisensi dan justru mendorong pelanggaran hak cipta secara tidak sadar.

Karena itu, Ariel menilai perlu adanya mekanisme adaptif yang memungkinkan pembayaran royalti tetap berjalan, namun tidak memberatkan pihak pengguna karya.


Menuju Regulasi yang Adil untuk Semua Pihak

Pandangan Ariel sejalan dengan banyak musisi lain yang mendorong pemerintah agar membuat sistem royalti yang lebih inklusif dan berkeadilan. Regulasi yang baik seharusnya tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan dinamika industri musik yang terus berubah akibat digitalisasi.

Kerja sama antara pemerintah, asosiasi musik, dan pelaku industri menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang sehat dan berkelanjutan.


Kesimpulan: Antara Perlindungan dan Ruang Berkarya

Pernyataan Ariel NOAH tentang aturan royalti yang jangan terlalu strict adalah refleksi dari keresahan banyak musisi di Indonesia. Ia bukan menolak sistem royalti, tetapi mengingatkan agar kebijakan yang dibuat tetap berpihak pada keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan kebebasan berkarya.

Baca Juga Artikel Lainnya Disini

Copyright Jejak Pagi Nusantara © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.